Langsung ke konten utama

Awalnya PNS Hingga Politikus Inilah Perjuangan Misbakhun


Sumber: Google

Mukhamad Misbakhun yang merupakan seorang anggota DPR fraksi Partai Golkar. Namanya sering disangkutpautkan dengan kasus Century yang saat ini masih belum juga selesai.

Posisi Misbakhun sebagai inisiator Hak Angket Century di DPR, justru membuatnya mendekam dalam penjara selama 2 tahun atas tuduhan korupsi. Kasus Misbakhun dan perusahaanya dikait-kaitkan dengan kasus Century dimana Misbakhun diduga memalsukan dokumen letter of credit (L/C).

Namun, kini namanya telah bersih kembali setelah Mahkamah Agung (MA) menyatakan dirinya tidak bersalah. Pengalaman semasa di penjara dianggapnya sebagai salah satu fase terpenting dalam hidupnya karena telah memberinya banyak pembelajaran.

Awal karirnya, Misbakhun bekerja sebagai auditor di bawah Kementerian Keuangan dijalaninya selama 15 tahun. Setelah melakukan pengabdian panjang yang membuat koneksi dan pengetahuannya semakin terbuka, Misbakhun memutuskan untuk menjadi pebisnis rumput laut.

Namun rupanya, semua ini belum cukup bagi seorang Misbakhun. Ia masih mengejar sesuatu yang mengganjal di benaknya. Akhirnya terpikirlah ia untuk mengabdi kepada masyarakat. Ia ingin menjadi politikus.

“Ada karya yang lebih besar, yaitu mind, waktu dan getaran hati, sehingga kita memikirkan hal yang lebih besar, yaitu memasuki dunia politik untuk memberi sumbangsih kepada masyarakat.”

Gagasan mulia ini direalisasikannya dengan mencalonkan diri ke kursi DPR RI di Jawa Timur melalui partai PKS. Karena banyaknya masyarakat yang tidak percaya terhadap wakil rakyatnya, Misbakhun pun menciptakan sebuah slogan agar masyarakat percaya.

“Demi Allah, saya akan serahkan 100% gaji pokok saya di DPR bila saya terpilih,” begitulah bunyi slogannya. Saat itu ia berada di PKS. Ketika ia berhasil menduduki kursi DPR, ia realisasikan janjinya ke masyarakat di daerah pilihannya (Dapil).

Kepercayaan inilah yang membuat Misbakhun terpilih lagi untuk duduk di kursi DPR tahun 2014. Pada pemilihan kedua ini ia telah berpindah partai ke Golkar namun tetap berada di dapilnya, Pasuruan-Probolinggo.

Pengalamannya yang baru seumur jagung tidak menjadikan Misbakhun takut untuk aktif di DPR. Di awal karirnya sebagai anggota legislatif itu, ia langsung ikut mengungkap permasalahan Bank Century dan mengusulkan hak angket.

Dengan latar belakang akuntan dan auditor forensik, Misbakhun memiliki kemampuan yang berharga dalam pengungkapan kasus Century.

“Politik itu ibarat berbalas pantun. Begitu kita serang, maka kita harus siap diserang balik.”

Ucapan Misbakhun ini menggambarkan keadaannya saat berhadapan dengan kasus tersebut. Saat dituding memalsukan L/C, beliau tidak memiliki cukup resistensi baik dari sisi pribadi maupun dari partai yang menaunginya saat itu.

Akhirnya Misbakhun menjalani penjara selama 1 tahun di Bareskim dan kemudian selama hampir setengah tahun di Salemba. Masa aktifnya di DPR saat itu hanya sekitar 8 bulan.

Di dalam penjara inilah Misbakhun mengalami fase yang mengubah hidupnya sehingga lebih dapat menghargai hal-hal kecil dalam hidup dan memperkaya wawasan dunia politik.

Misbakhun mengaku bahwa dirinya bisa saja menghindari penjara dengan berkompromi dan merahasiakan informasi, namun jalan itu enggan diambilnya. Menurutnya, seseorang seringkali mengambil langkah yang tidak dimengerti orang lain, tapi kita harus tetap mengambil jalan yang sesuai dengan keinginan dan getaran hati.

Sampai saat ini, kasus Century belum juga dapat diselesaikan akibat sisi politik yang melibatkan orang-orang besar. Menurut Misbakhun, semuanya ini tinggal melihat seberapa berani KPK untuk menuntaskan kasus yang sudah jelas dan lengkap semua barang buktinya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ma'aruf Amin Menunggu Waktu Buka Bersama Dengan Sandiana Uno

Sumber: google.com Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin, mengaku kalau dirinya sedang menunggu ajakan Sandiaga Uno untuk buka puasa bersama pada bulan ramadan ini. Ia mengatakan sangat terbuka jika Sandi ingin mengajaknya bertemu. "Kalau Sandiaga Uno mau ketemu, saya siap. Saya terima gitu. Tapi belum ada yang bilang dia mau buka puasa bersama dengan saya," kata Ma'ruf Amin saat ditemui di kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2019). Ma'ruf Amin pun mengaku kalau dirinya tidak akan menutup diri untuk bertemu siapapun termasuk dengan cawapres 02 Sandiaga Uno . Dia pun mengaku tidak pernah menganggap yang berbeda sebagai musuh. "Kita ini membangun persaudaraan. Kan itu semua murid saya, sahabat saya, enggak ada musuh. Enggak ada, musuh itu enggak ada. Karena itu kita harus merajut kembali (persuaraan)," tandasnya. Sebelumnya, Sandiaga Uno mengklaim kalau ada 17 orang yang ia sebut menjembatani pertemuan antara dirinya dan Ma...

Wow! Trailer Kedua Spider-Man: Far From Home Telah Rilis

Sumber: google.com Trailer kedua dari film Spider-Man: Far From Home sudah dipublish. Namun, bagi kamu yang belum menonton film dari Avengers: Endgame , sebaiknya jangan menonton trailer ini terlebih dahulu karena didalamnya mengandung spoiler film tersebut. Setelah sebelumnya dikabarkan bahwa trailer kedua dari film penutup MCU Tahap 3 ini   akan berisi spoiler dari Avengers: Endgame , Tom Holland yang berperan sebagai Peter Parker/Spider-Man, ikut mengingatkan kepada penonton di awal sebelum trailer ini dimulai. Dibanding dengan trailer pertamanya, trailer kali ini sedikit lebih banyak memperlihatkan bagaimana aksi terbaru dari sang superhero Spider-Man serta siapa saja yang akan terlibat dalam petualangan terbarunya. Ada Nick Fury, Happy dan juga Mysterio. Iya, di trailer ini, Mysterio tampaknya merupakan rekan satu tim Nick Fury dan juga Spider-Man, untuk menghadapi musuh mereka yang disebut dengan The Elemental. Secara sekilas dari trailer tersebut, Peter...

Karena Narkoba Dominasi Kasus di Kejati Sumsel

Sumber: google.com Perkara narkoba mendominasi penyidikan kasus di kawasan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan selama satu tahun terakhir ini dari keseluruhan jumlah Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan ( SPDP ). "Terhitung sejak 2018 hingga Juli 2019 kami menerima 264 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan yang ditangani Bidang Tindak Pidana Umum, 169 SPDP diantaranya adalah kasus narkoba," kata Kepala Kejati Sumsel , Sugeng Purnomo, saat memberi keterangan pers di Palembang, Senin(22/7/2019). Menurutnya, narkoba memang secara nasional sudah menjadi persoalan yang amat serius di semua wilayah Indonesia termasuk Sumsel , sehingga penting sekali memberikan tuntutan hukuman yang berat berniat untuk menimbulkan efek jera. Seperti komplotan bandar sabu-sabu asal Surabaya Letto CS yang dituntut hukuman mati, yakni Muhammad Nazwar Syamsu alias Letto (25) Trinil Sirna Prahara (21), Shabda Sederdian (33), Chandra Susanto (23), Hasanuddin (38), Andik Hermanto (2...