![]() |
| Sumber: google.com |
Dari sekian banyak deretan faktor risiko penyebab gangguan
kesehatan ginjal, menahan pipis menjadi salah satu yang sering terdengar
sebagai penyebabnya.
Pertanyaanya, mitos atau fakta menahan buang air kecil dapat
mengganggu kesehatan ginjal?
"Menahan buang air kecil bisa merusak atau menganggu
kesehatan ginjal. Tapi, sifatnya tidak langsung," kata dr. Tunggul D
Situmorang, Sp. PD-KGH, kepada AkuratHealth, saat Workshop Gerakan Peduli
Hipertensi dari Bayer Indonesia, di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis,
(17/10).
Dokter Tunggul mengatakan, jika kamu terus-terusan menahan
Kencing, akan terjadi tekanan tinggi pada saluran yang dilalui Urin dan tempat
menampung Urin akan tertekan.
Tekanan tinggi yang terjadi tersebut membuat Urin akan
refluks ke atas, atau Urin akan naik kembali, melebar hingga akhirnya bisa
menyebabkan infeksi pada otot-otot di area tersebut yang tentu akan mengganggu.
"Kalau kali di tahan, sampahnya kan akan menumpuk. Bisa
banjir. Nah, ini juga kemungkinan akan terjadinya penumpukan kristal-kristal.
Jika terus berkepanjangan, kristal, bisa jadi Batu Ginjal," jelasnya.
Saat menahan buang air kecil, kuman bisa berkembang biak
dengan mudah di uretra. Setelah itu, lama-lama akan berkembang biak di kandung
kemih.
Jika kuman sudah berkembang biak pada area tersebut, maka
bisa masuk juga kuman-kuman itu ke ginjal.
"Intinya bisa, tapi tidak langsung. Tidak hanya ditahan
sekali langsung terjadi. Semua proses berlangsung butuh waktu. Tapi ya jangan
jadi kebiasaan juga. Janganlah. Ngapain juga kan nahan-nahan gitu,"
tutupnya.
Sumber: akurat.co

Komentar
Posting Komentar