Langsung ke konten utama

Tidak Memiliki Hak Tetapi Misbakhun Dituduh Dalam Kasus Asia Sentinel

Sumber: Google
Andi Arief 'menyingung' Mukhamad Misbakhun dalam cuitannya. Andi, yang merupakan Wasekjen Demokrat, menyebut Misbakhun adalah dalang dari terbitan artikel asing yang berisi tentang kasus Century yang menyentil kepemerintahan SBY.

Misbakhun menyangkal apa yang dituduhkan padanya. Ia mengatakan bahwa Andi selalu menuduh tanpa disertai bukti. Misbakhun mengatakan tak mempunyai kekuasaan untuk menggerakan media asing karena ia bukanlah siapa-siapa.

Misbakhun menegaskan bahwa dalam artikel tersebut bukan hanya ditulis skandal Century saja tapi juga skandal di negara-negara lain. Dan tulisan dalam artikek tersebut tidak sepenuhnya baru karena sebagiannya telah menjadi temuan audit BPK dan Pansus Angket DPR. Jadi sebenarnya sudah terpublikasikan.

Andi memang mengaitkan kasus Century dengan kasus Misbakhun tempo dulu. Andi Arief bahkan menyebut Misbakhun sebagai mantan napi Century. Misbakhun tegaskan bahwa ia bersih dari tuduhan korupsi itu.

"Saya bebas murni pada 2012. Di putusan PK tersebut, sangat jelas dibatalkan semua putusan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi dan Kasasi sehingga semua putusan yang menghukum saya dibatalkan dan nama baik saya sudah direhabilitasi lewat putusan pengadilan tingkat PK tersebut," jelasnya.

Sebelumnya, Andi Arief menyerang Misbakhun terkait pemberitaan Asia Sentinel. Menurut dia, Misbakhun ada di belakang berita media asing Asia Sentinel mengenai skandal Bank Century dan kaitannya dengan rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kasus Century diulang-ulang. Tanya sama mantan napi kasus Century Misbakhun yang paham soal Century, karena dia dan perusahaannya yang menjadi pelaku," kata Andi dalam twitnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ma'aruf Amin Menunggu Waktu Buka Bersama Dengan Sandiana Uno

Sumber: google.com Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin, mengaku kalau dirinya sedang menunggu ajakan Sandiaga Uno untuk buka puasa bersama pada bulan ramadan ini. Ia mengatakan sangat terbuka jika Sandi ingin mengajaknya bertemu. "Kalau Sandiaga Uno mau ketemu, saya siap. Saya terima gitu. Tapi belum ada yang bilang dia mau buka puasa bersama dengan saya," kata Ma'ruf Amin saat ditemui di kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2019). Ma'ruf Amin pun mengaku kalau dirinya tidak akan menutup diri untuk bertemu siapapun termasuk dengan cawapres 02 Sandiaga Uno . Dia pun mengaku tidak pernah menganggap yang berbeda sebagai musuh. "Kita ini membangun persaudaraan. Kan itu semua murid saya, sahabat saya, enggak ada musuh. Enggak ada, musuh itu enggak ada. Karena itu kita harus merajut kembali (persuaraan)," tandasnya. Sebelumnya, Sandiaga Uno mengklaim kalau ada 17 orang yang ia sebut menjembatani pertemuan antara dirinya dan Ma...

Wow! Trailer Kedua Spider-Man: Far From Home Telah Rilis

Sumber: google.com Trailer kedua dari film Spider-Man: Far From Home sudah dipublish. Namun, bagi kamu yang belum menonton film dari Avengers: Endgame , sebaiknya jangan menonton trailer ini terlebih dahulu karena didalamnya mengandung spoiler film tersebut. Setelah sebelumnya dikabarkan bahwa trailer kedua dari film penutup MCU Tahap 3 ini   akan berisi spoiler dari Avengers: Endgame , Tom Holland yang berperan sebagai Peter Parker/Spider-Man, ikut mengingatkan kepada penonton di awal sebelum trailer ini dimulai. Dibanding dengan trailer pertamanya, trailer kali ini sedikit lebih banyak memperlihatkan bagaimana aksi terbaru dari sang superhero Spider-Man serta siapa saja yang akan terlibat dalam petualangan terbarunya. Ada Nick Fury, Happy dan juga Mysterio. Iya, di trailer ini, Mysterio tampaknya merupakan rekan satu tim Nick Fury dan juga Spider-Man, untuk menghadapi musuh mereka yang disebut dengan The Elemental. Secara sekilas dari trailer tersebut, Peter...

Karena Narkoba Dominasi Kasus di Kejati Sumsel

Sumber: google.com Perkara narkoba mendominasi penyidikan kasus di kawasan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan selama satu tahun terakhir ini dari keseluruhan jumlah Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan ( SPDP ). "Terhitung sejak 2018 hingga Juli 2019 kami menerima 264 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan yang ditangani Bidang Tindak Pidana Umum, 169 SPDP diantaranya adalah kasus narkoba," kata Kepala Kejati Sumsel , Sugeng Purnomo, saat memberi keterangan pers di Palembang, Senin(22/7/2019). Menurutnya, narkoba memang secara nasional sudah menjadi persoalan yang amat serius di semua wilayah Indonesia termasuk Sumsel , sehingga penting sekali memberikan tuntutan hukuman yang berat berniat untuk menimbulkan efek jera. Seperti komplotan bandar sabu-sabu asal Surabaya Letto CS yang dituntut hukuman mati, yakni Muhammad Nazwar Syamsu alias Letto (25) Trinil Sirna Prahara (21), Shabda Sederdian (33), Chandra Susanto (23), Hasanuddin (38), Andik Hermanto (2...