Langsung ke konten utama

Jokowi-Ma'ruf Masih Unggul Saat Situng KPU Mencapai 69,12 Persen

Sumber: google.com
Sistem Hitung (Situng) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini terus mengupdate hasil suara Pemilu 2019.

Hingga saat ini, untuk Pemilihan Presiden, surat suara yang sudah masuk berdasarkan salinan dari formulir C1 sebanyak 562.177 tempat pemungutan suara dari jumlah total mencapai 813.350 TPS atau mencapai 69,12 persen.

Data Situng per pukul 08:30:04 WIB, pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin sampai saat ini masih unggul 56,32 persen. Sedangkan Paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 43,68 persen.

Pasangan calon Jokowi-Ma'ruf unggul sementara sekitar  57.194.211 juta suara dibanding paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar 44.703.636 juta suara.

Berdasarkan persentase yang sudah dihitung, masing-masing Paslon Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga selisih 12,64 persen.

Diketahui, proses penghitungan suara manual hasil pemilu presiden 2019 dilakukan secara berjenjang.

Dihitung dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS kemudian dilanjutkan rekapitulasi di tingkat Kecamatan pada 18 April-5 Mei 2019.

Setelah itu, Rekapitulasi suara pilpres 2019 berlanjut ke tingkat Kabupaten/kota pada 20 April-8 Mei 2019. KPU akan menetapkan hasil akhir Pilpres tingkat nasional pada 22 Mei 2019.



Sumber: akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ma'aruf Amin Menunggu Waktu Buka Bersama Dengan Sandiana Uno

Sumber: google.com Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin, mengaku kalau dirinya sedang menunggu ajakan Sandiaga Uno untuk buka puasa bersama pada bulan ramadan ini. Ia mengatakan sangat terbuka jika Sandi ingin mengajaknya bertemu. "Kalau Sandiaga Uno mau ketemu, saya siap. Saya terima gitu. Tapi belum ada yang bilang dia mau buka puasa bersama dengan saya," kata Ma'ruf Amin saat ditemui di kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2019). Ma'ruf Amin pun mengaku kalau dirinya tidak akan menutup diri untuk bertemu siapapun termasuk dengan cawapres 02 Sandiaga Uno . Dia pun mengaku tidak pernah menganggap yang berbeda sebagai musuh. "Kita ini membangun persaudaraan. Kan itu semua murid saya, sahabat saya, enggak ada musuh. Enggak ada, musuh itu enggak ada. Karena itu kita harus merajut kembali (persuaraan)," tandasnya. Sebelumnya, Sandiaga Uno mengklaim kalau ada 17 orang yang ia sebut menjembatani pertemuan antara dirinya dan Ma...

Wow! Trailer Kedua Spider-Man: Far From Home Telah Rilis

Sumber: google.com Trailer kedua dari film Spider-Man: Far From Home sudah dipublish. Namun, bagi kamu yang belum menonton film dari Avengers: Endgame , sebaiknya jangan menonton trailer ini terlebih dahulu karena didalamnya mengandung spoiler film tersebut. Setelah sebelumnya dikabarkan bahwa trailer kedua dari film penutup MCU Tahap 3 ini   akan berisi spoiler dari Avengers: Endgame , Tom Holland yang berperan sebagai Peter Parker/Spider-Man, ikut mengingatkan kepada penonton di awal sebelum trailer ini dimulai. Dibanding dengan trailer pertamanya, trailer kali ini sedikit lebih banyak memperlihatkan bagaimana aksi terbaru dari sang superhero Spider-Man serta siapa saja yang akan terlibat dalam petualangan terbarunya. Ada Nick Fury, Happy dan juga Mysterio. Iya, di trailer ini, Mysterio tampaknya merupakan rekan satu tim Nick Fury dan juga Spider-Man, untuk menghadapi musuh mereka yang disebut dengan The Elemental. Secara sekilas dari trailer tersebut, Peter...

Karena Narkoba Dominasi Kasus di Kejati Sumsel

Sumber: google.com Perkara narkoba mendominasi penyidikan kasus di kawasan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan selama satu tahun terakhir ini dari keseluruhan jumlah Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan ( SPDP ). "Terhitung sejak 2018 hingga Juli 2019 kami menerima 264 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan yang ditangani Bidang Tindak Pidana Umum, 169 SPDP diantaranya adalah kasus narkoba," kata Kepala Kejati Sumsel , Sugeng Purnomo, saat memberi keterangan pers di Palembang, Senin(22/7/2019). Menurutnya, narkoba memang secara nasional sudah menjadi persoalan yang amat serius di semua wilayah Indonesia termasuk Sumsel , sehingga penting sekali memberikan tuntutan hukuman yang berat berniat untuk menimbulkan efek jera. Seperti komplotan bandar sabu-sabu asal Surabaya Letto CS yang dituntut hukuman mati, yakni Muhammad Nazwar Syamsu alias Letto (25) Trinil Sirna Prahara (21), Shabda Sederdian (33), Chandra Susanto (23), Hasanuddin (38), Andik Hermanto (2...