Langsung ke konten utama

Dua Petinggi AS Minta Pejabat Intelijen Periksa TikTok

Sumber: google.com


Dua orang senator Amerika Serikat dikabarkan telah meminta pejabat intelijen negaranya untuk melakukan penyelidikian kepada aplikasi berbagi konten video asal Tiongkok, TikTok, atas dugaan risiko keamanan nasional.

Dua senator tersebut yakni Charles Schumer dan Tom Cotton, mereka dikabarkan telah mengirim surat pernyataan ke Joseph Maguire, Direktur Intelijen Nasional AS, Rabu kemarin waktu setempat.

"Dengan adanya kekhawatiran ini, kami meminta Komunitas Intelijen melakukan penilaian risiko keamanan nasional yang ditimbulkan oleh TikTok dan platform konten berbasis di Tiongkok yang beroperasi di AS dan memberikan penjelasan singkat saat Kongres tentang temuan ini," tulis Schumer dan Cotton dalam sebuah surat, dikutip dari ZDnet, Jumat (25/10).

Keduanya juga menyatakan platform tersebut bisa menjadi target potensial kampanye pengaruh asing seperti yang dilakukan pada saat pemilu AS tahun 2016.

Pada hari yang sama, TikTok juga menulis dalam sebuah posting blog yang menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen pada transparansi dan akuntabilitas terhadap operasi layanannya di seluruh dunia khususnya di AS.

Perusahaan mengungkapkan, semua data pengguna AS disimpan dengan baik juga di AS, dengan cadangan data yang terletak di Singapura. Pihaknya menambahkan bahwa pusat data seluruh penggunanya terletak di luar Tiongkok, jadi tidak ada yang dapat memengaruhi termasuk pemerintah Tiongkok sendiri.

"TikTok tidak menghapus konten berdasarkan sensitivitas yang terkait dengan Tiongkok. Kami tidak pernah diminta oleh pemerintah untuk menghapus konten apa pun dan kami tidak akan melakukannya jika diminta, kami tidak dipengaruhi oleh pemerintah asing, termasuk pemerintah Tiongkok," kata perusahaan dalam posting blog.




Sumber: akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ma'aruf Amin Menunggu Waktu Buka Bersama Dengan Sandiana Uno

Sumber: google.com Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin, mengaku kalau dirinya sedang menunggu ajakan Sandiaga Uno untuk buka puasa bersama pada bulan ramadan ini. Ia mengatakan sangat terbuka jika Sandi ingin mengajaknya bertemu. "Kalau Sandiaga Uno mau ketemu, saya siap. Saya terima gitu. Tapi belum ada yang bilang dia mau buka puasa bersama dengan saya," kata Ma'ruf Amin saat ditemui di kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2019). Ma'ruf Amin pun mengaku kalau dirinya tidak akan menutup diri untuk bertemu siapapun termasuk dengan cawapres 02 Sandiaga Uno . Dia pun mengaku tidak pernah menganggap yang berbeda sebagai musuh. "Kita ini membangun persaudaraan. Kan itu semua murid saya, sahabat saya, enggak ada musuh. Enggak ada, musuh itu enggak ada. Karena itu kita harus merajut kembali (persuaraan)," tandasnya. Sebelumnya, Sandiaga Uno mengklaim kalau ada 17 orang yang ia sebut menjembatani pertemuan antara dirinya dan Ma...

Wow! Trailer Kedua Spider-Man: Far From Home Telah Rilis

Sumber: google.com Trailer kedua dari film Spider-Man: Far From Home sudah dipublish. Namun, bagi kamu yang belum menonton film dari Avengers: Endgame , sebaiknya jangan menonton trailer ini terlebih dahulu karena didalamnya mengandung spoiler film tersebut. Setelah sebelumnya dikabarkan bahwa trailer kedua dari film penutup MCU Tahap 3 ini   akan berisi spoiler dari Avengers: Endgame , Tom Holland yang berperan sebagai Peter Parker/Spider-Man, ikut mengingatkan kepada penonton di awal sebelum trailer ini dimulai. Dibanding dengan trailer pertamanya, trailer kali ini sedikit lebih banyak memperlihatkan bagaimana aksi terbaru dari sang superhero Spider-Man serta siapa saja yang akan terlibat dalam petualangan terbarunya. Ada Nick Fury, Happy dan juga Mysterio. Iya, di trailer ini, Mysterio tampaknya merupakan rekan satu tim Nick Fury dan juga Spider-Man, untuk menghadapi musuh mereka yang disebut dengan The Elemental. Secara sekilas dari trailer tersebut, Peter...

Karena Narkoba Dominasi Kasus di Kejati Sumsel

Sumber: google.com Perkara narkoba mendominasi penyidikan kasus di kawasan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan selama satu tahun terakhir ini dari keseluruhan jumlah Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan ( SPDP ). "Terhitung sejak 2018 hingga Juli 2019 kami menerima 264 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan yang ditangani Bidang Tindak Pidana Umum, 169 SPDP diantaranya adalah kasus narkoba," kata Kepala Kejati Sumsel , Sugeng Purnomo, saat memberi keterangan pers di Palembang, Senin(22/7/2019). Menurutnya, narkoba memang secara nasional sudah menjadi persoalan yang amat serius di semua wilayah Indonesia termasuk Sumsel , sehingga penting sekali memberikan tuntutan hukuman yang berat berniat untuk menimbulkan efek jera. Seperti komplotan bandar sabu-sabu asal Surabaya Letto CS yang dituntut hukuman mati, yakni Muhammad Nazwar Syamsu alias Letto (25) Trinil Sirna Prahara (21), Shabda Sederdian (33), Chandra Susanto (23), Hasanuddin (38), Andik Hermanto (2...