Langsung ke konten utama

Nilai Putusan Tak Berimbang dengan Fakta, Pengacara Sandy Tumiwa: Seperti Ada Yang Janggal

Sumber: google.com

Terdakwa kasus penyalahgunaan narkoba, Sandy Tumiwa telah divonis 4 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (17/10).

Tak mau bergerak terburu-buru pengacara Sandy, Gus Bejo menyatakan bakal mengkaji beberapa poin putusan sidang sebelum memutuskan untuk mengajukan banding.

"Kami akan lakukan beberapa kajian, apakah putusan ini akan diterima dan apakah kita tetap menyatakan banding supaya keputusan Sandi bisa ringan," kata Gus Bejo di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (17/10).

Pada saat sidang putusan, Hakim Ketua sempat menjabarkan kronologis penangkapan Sandi. Poin itulah yang dinilai Gus Bejo tak berimbang dengan fakta kasus tersebut.

"Dari beberapa putusan, menurut kami itu tidak semua benar," ungkapnya.

Gus Bejo mengatakan pada saat penangkapan Sandi tidak sedang mengkonsumsi narkoba seperti yang disampaikan Hakim Ketua.

"Fakta yang terjadi adalah, waktu terjadi penangkapan, Sandi berapa di toilet dan barang bukti di meja. Jadi tidak benar kalau diterangkan Sandi ditangkap berdua dan kondisi tidak sedang mengkonsumsi narkotika," terangnya.

Menurut Gus Bejo, ibunda Sandy, Amalia Nurshanty keberatan dengan vonis 4 tahun penjara yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim.

"Menanggapi ibu ya, ibu tetap dengan putusan itu. Tetap keberatan lah karena ibunya Sandy ini sangat mengetahui kondisi Sandy ini sebenarnya memang harus di rehab," tutur Gus Bejo.




Sumber: akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ma'aruf Amin Menunggu Waktu Buka Bersama Dengan Sandiana Uno

Sumber: google.com Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin, mengaku kalau dirinya sedang menunggu ajakan Sandiaga Uno untuk buka puasa bersama pada bulan ramadan ini. Ia mengatakan sangat terbuka jika Sandi ingin mengajaknya bertemu. "Kalau Sandiaga Uno mau ketemu, saya siap. Saya terima gitu. Tapi belum ada yang bilang dia mau buka puasa bersama dengan saya," kata Ma'ruf Amin saat ditemui di kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2019). Ma'ruf Amin pun mengaku kalau dirinya tidak akan menutup diri untuk bertemu siapapun termasuk dengan cawapres 02 Sandiaga Uno . Dia pun mengaku tidak pernah menganggap yang berbeda sebagai musuh. "Kita ini membangun persaudaraan. Kan itu semua murid saya, sahabat saya, enggak ada musuh. Enggak ada, musuh itu enggak ada. Karena itu kita harus merajut kembali (persuaraan)," tandasnya. Sebelumnya, Sandiaga Uno mengklaim kalau ada 17 orang yang ia sebut menjembatani pertemuan antara dirinya dan Ma...

Wow! Trailer Kedua Spider-Man: Far From Home Telah Rilis

Sumber: google.com Trailer kedua dari film Spider-Man: Far From Home sudah dipublish. Namun, bagi kamu yang belum menonton film dari Avengers: Endgame , sebaiknya jangan menonton trailer ini terlebih dahulu karena didalamnya mengandung spoiler film tersebut. Setelah sebelumnya dikabarkan bahwa trailer kedua dari film penutup MCU Tahap 3 ini   akan berisi spoiler dari Avengers: Endgame , Tom Holland yang berperan sebagai Peter Parker/Spider-Man, ikut mengingatkan kepada penonton di awal sebelum trailer ini dimulai. Dibanding dengan trailer pertamanya, trailer kali ini sedikit lebih banyak memperlihatkan bagaimana aksi terbaru dari sang superhero Spider-Man serta siapa saja yang akan terlibat dalam petualangan terbarunya. Ada Nick Fury, Happy dan juga Mysterio. Iya, di trailer ini, Mysterio tampaknya merupakan rekan satu tim Nick Fury dan juga Spider-Man, untuk menghadapi musuh mereka yang disebut dengan The Elemental. Secara sekilas dari trailer tersebut, Peter...

Karena Narkoba Dominasi Kasus di Kejati Sumsel

Sumber: google.com Perkara narkoba mendominasi penyidikan kasus di kawasan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan selama satu tahun terakhir ini dari keseluruhan jumlah Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan ( SPDP ). "Terhitung sejak 2018 hingga Juli 2019 kami menerima 264 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan yang ditangani Bidang Tindak Pidana Umum, 169 SPDP diantaranya adalah kasus narkoba," kata Kepala Kejati Sumsel , Sugeng Purnomo, saat memberi keterangan pers di Palembang, Senin(22/7/2019). Menurutnya, narkoba memang secara nasional sudah menjadi persoalan yang amat serius di semua wilayah Indonesia termasuk Sumsel , sehingga penting sekali memberikan tuntutan hukuman yang berat berniat untuk menimbulkan efek jera. Seperti komplotan bandar sabu-sabu asal Surabaya Letto CS yang dituntut hukuman mati, yakni Muhammad Nazwar Syamsu alias Letto (25) Trinil Sirna Prahara (21), Shabda Sederdian (33), Chandra Susanto (23), Hasanuddin (38), Andik Hermanto (2...